Menu Close

LEVEL SANTRI HADITS

أن يبكر بسماع الحديث ولا يهمل الاشتغال به وبعلومه والنظر في إسناده ورجاله ومعانيه وأحكامه وفوائده ولغته وتواريخه.


“Hendaknya penuntut ilmu bergegas untuk mendengar hadits, dan janganlah ia lalai untuk selalu sibuk mempelajari hadits, ilmu-ilmunya, meneliti sanad-sanadnya, rawi-rawinya, makna-maknanya, hukum-hukumnya, faidah-faidahnya, bahasanya, dan sejarahnya” (Tadzkirah as-Sami’ wa al-Mutakallim, hlm. 175)

Adapun langkahnya adalah memulai mempelajari delapan kitab hadits,

ويعتني أولاً بصحيحي البخاري ومسلم، ثم ببقية الكتب الأعلام والأصول المعتمدة في هذا الشأن كموطأ مالك وسنن أبي داود والنسائي وابن ماجه وجامع الترمذي ومسند الشافعي


“Ia mengutamakan untuk pertama kali dengan Shahih al-Bukhari dan Muslim. Kemudian kitab-kitab yang lainnya yang pokok dan menjadi pegangan dalam bidang ini, seperti al-Muwatha’ Malik, Sunan Abi Dawud, an-Nasa’i, Ibn Majah, Jami’ al-Tirmidzi, dan Musnad al-Syafi’i”. (Tadzkirah as-Sami’ wa al-Mutakallim, hlm. 175)

Kitab lainnya yang dapat membantu bagi seorang faqih adalah Sunan al-Kabir al-Baihaqi, kitab-kitab Musnad spt Musnad Ahmad, Ibnu Humaidi, dan al-Bazar. (Lihat Tadzkirah as-Sami’ wa al-Mutakallim, hlm. 175)

Adapun yang menjadi fokus kajian adalah,

ويعتني بمعرفة صحيح الحديث وحسنه وضعيفه ومسنده ومرسله وسائر أنواعه فإنه أحد جناحي العالم بالشريعة المبين لكثير من الجناح الآخر وهو القرآن.

“Ia memfokuskan untuk mengetahui keshahihan hadits, hasannya, dha’ifnya, musnadnya, mursalnya, dan seluruh jenisnya. Karena ilmu hadits merupakan salah satu sayap seorang ‘alim dalam ilmu syari’at dari sayap yang lainnya berupa al-Qur’an.” (Tadzkirah as-Sami’ wa al-Mutakallim, hlm. 175)

YRT

Scroll Up