Menu Close

Makkah dan Madinah Terlindungi dari Wabah?

Pertanyaan:

Bukankah Allah menjamin Madinah tidak akan kena wabah, tapi ini kena juga. Apakah janji Allah tidak benar? Atau jangan-jangan yang sekarang bukan wabah tapi senjata biologi dari elit global. Ini bukan virus penyakit tapi serangan.

Jawaban:

Mari bedah haditsnya. Imam Bukhari dan imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ

“Di setiap pintu masuk Madinah terdapat malaikat yang tidak dapat dimasuki Tha’un dan Dajjal.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata dalam Fathul Bari menyebutkan sebagian jalur periwayatan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, disebutkan,

الْمَدِينَة وَمَكَّة مَحْفُوفَتَانِ بِالْمَلَائِكَةِ عَلَى كُلّ نَقْب مِنْهُمَا مَلَك لَا يَدْخُلهُمَا الدَّجَّال وَلَا الطَّاعُون

“Madinah dan Makkah, di setiap pintu masuknya dijaga oleh malaikat, tidak dapat dimasuki Dajjal dan Tha’un.”

Faktanya, Makkah dan Madinah tidak terlepas dari wabah penyakit. Di Madinah pernah terjadi wabah yaitu tepatnya di zaman Umar bin Khatthab Radhiallahu ‘anhu. Diriwayatkan oleh imam Bukhari dari Abi Aswad, dia berkata,

أَتَيْتُ الْمَدِينَةَ وَقَدْ وَقَعَ بِهَا مَرَضٌ ، وَهُمْ يَمُوتُونَ مَوْتًا ذَرِيعًا ، فَجَلَسْتُ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ … إلخ .

“Aku mendatangi Madinah saat di sana terserang wabah penyakit. Mereka meninggal sangat cepat. Lalu aku duduk di sisi Umar Radhiallahu ‘anhu…. dst.”

Sebagian ulama menyebutkan bahwa Makkah pernah terserang wabah Tha’un pada tahun 749H. Namun al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjawab akan hal itu, bahwa itu bukan Tha’un, tapi wabah lain. Hanya saja yang meriwayatkan informasi tersebut mengira bahwa di adalah Tha’un.

Sebagai info tambahan bahwa Makkah juga pernah dimasuki wabah malaria, kolera, meningitis, dan mers.

Jadi apa artinya? Artinya adalah bahwa berdasarkan hadits di atas, Makkah dan Madinah terlindung dari Tha’un, tapi tidak ada jaminan terlindung dari wabah penyakit yang lain.

Pesannya moralnya adalah bahwa masalah sains kita serahkan pada ahlinya dari kalangan ilmuan, dan masalah agama (aqidah dan syariah) kita serahkan kepada ahlinya dari kalangan ulama. Jangan menyerahkan keduanya kepada penganut teori konspirasi.

Kita mohon kepada Allah semoga kita semua diberikan keselamatan dan kesehatan agar bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

YRT

Bumi Allah, 6 Juli 2021

Scroll Up