Menu Close

MEMANDANG NEGERI AKHIRAT

Kelezatan dunia ini sangat sedikit dan sangat singkat. Tapi banyak orang tergoda untuk mengejarnya karena ia tampak di depan mata. Sedangkan kelezatan akhirat nanti sangat besar dan abadi. Tapi banyak orang melupakannya karena ia tersembunyi dan tidak tampak.

Khalid bin Ma’dan رحمه الله تعالى mengatakan:

مَا مِنْ عَبْدٍ إِلَّا وَلَهُ عَيْنَانِ فِي وَجْهِهِ يُبْصِرُ بِهِمَا أَمْرَ الدُّنْيَا، وَعَيْنَانِ فِي قَلْبِهِ يُبْصِرُ بِهِمَا أَمْرَ الْآخِرَةِ، فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا فَتَحَ عَيْنَيْهِ اللَّتَيْنِ فِي قَلْبِهِ فَأَبْصَرَ بِهِمَا مَا وَعَدَ اللَّهُ بِالْغَيْبِ، فَأَمِنَ الْغَيْبَ بِالْغَيْبِ، وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهِ غَيْرَ ذَلِكَ تَرَكَهُ عَلَى مَا فِيهِ.

“Tidaklah dari seorang hamba kecuali padanya memiliki dua mata di wajahnya untuk melihat dunia, dan dua mata di hatinya untuk melihat akhirat.

Apabila Allah ﷻ menghendaki kebaikan bagi seseorang, Dia akan membuka kedua mata hatinya untuk melihat janji-Nya yang tersembunyi.

Jika tidak, Dia akan membiarkannya begitu saja.”

Lalu beliau membaca ayat:

أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا [محمد: ٢٤]

“Apakah pada hati mereka ada tutupnya?” (QS. Muhammad: 24)

Sumber: I’tilalul Qulub, karya Imam Al-Kharaithi, 1/30.

Masa depan umat Islam itu jelas, janji-jani-Nya terang benderang, dan harus diyakini. Kabar gembira Nabi-Nya menginspirasi, dan harus dibenarkan. Maka beramal-lah dengan amal terbaik. Dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam. Karena pandangan kita jauh ke depan, menembus hal-hal ghaib janji-Nya, dan menjangkau negeri akhirat. Untuk perkara dunia, kadang kita harus memejamkan mata.

YRT

Scroll Up