Napak tilas perjalanan hadits dari zaman Nabi sampai era digital.
Langsung ke Arsip
Ust. Yuana Ryan Tresna
Mudir Ma'had Khadimussunnah Bandung
Langsung ke Arsip
4 Fase penting dari masa ke masa
Living Recorder of Sunnah
Travelling for Truth
Database Kebenaran
Penjaga Sunnah Era Digital
Catat tanggal dan waktunya
17, 20, 22, 24
November 2025
16.00 - 17.30
Waktu Indonesia Barat
Atau via YT Streaming
Klik tombol untuk unduh materi & video
Intisari & Insight penting dari setiap pertemuan
"Mereka Menjaga Hadits… dan Kita Bisa Menjalankan Islam"
Bayangkan… sebelum ada kamera, voice note, atau Google Drive, ada satu generasi yang tugasnya super epik: merekam setiap tutur, tindakan, persetujuan dan sifat Nabi ﷺ. Langsung dari sumbernya.
Menghafal hadits dengan ketelitian level luar biasa tanpa bantuan alat rekam digital.
Tidak mau meriwayatkan sembarangan kecuali setelah diverifikasi kebenarannya.
- YRT
Lihat di Instagram"Generasi Tabi’in itu bukan hanya murid para shahabat… Mereka adalah founding fathers-nya penelitian ilmiah hadits."
Cikal bakal ilmu jarh wa ta’dil.
"Lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian."
"Generasi Tabi’in tidak hanya mewarisi hadits; mereka menciptakan tradisi akademik yang membuat hadits dapat diteliti secara ilmiah lintas abad."
- YRT
"Bagaimana sunnah Nabi ﷺ bisa sampai ke tangan kita dengan begitu rapi, terjaga, dan terdokumentasi? Jawabannya: kerja ilmiah luar biasa selama berabad-abad."
Dulu mengandalkan hafalan. Namun saat fitnah muncul, ulama bangkit: saatnya menulis, menyeleksi, dan menyaring.
Imam Malik, Imam Ahmad, hingga 6 Imam besar penyusun Kutub as-Sittah. Merekalah “database administrator” Sunnah pertama.
Enam kitab ini bukan sekadar kumpulan riwayat. Ia adalah fondasi, rujukan, dan landasan ilmiah bagi seluruh disiplin studi hadits setelahnya.
Mereka tidak menulis kecuali setelah:
Ketika kertas masuk ke dunia Islam, tradisi lisan menjelma menjadi tulisan. Perpustakaan bermunculan, dan kitab hadits dihimpun dalam skala besar.
Hasil Akhirnya?
Kita hari ini mewarisi salah satu sistem verifikasi kebenaran paling canggih dalam sejarah manusia.
- YRT
Lihat di Instagram"Di era ketika satu klik bisa mengubah jutaan pikiran, maka menyebarkan hadits tanpa tabayyun bukan hanya kelalaian, tapi bisa menjadi dosa yang terus berputar."
Banyak “motivasi islami” yang dianggap hadits ternyata palsu. Jika tak hati-hati, kita ikut menyebarkan kebohongan atas nama Nabi ﷺ.
Gunakan aplikasi & website terpercaya. Minimal jadi muslim yang bertanggung jawab. Cek dulu, baru share.
Ulama hadits menghabiskan hidup untuk memeriksa sanad. Kita? Minimal cek dulu, baca dulu, validasi dulu. Ini adab ilmiah dan akhlak dakwah.
Kita mungkin tidak rihlah seperti Imam Bukhari, tapi kita punya rihlah digital: belajar, memilah, memfilter, dan menyebarkan kebenaran.
"Mulai dari langkah paling kecil: tidak menyebarkan hadits tanpa tabayyun/tatsabbut/verifikasi."
- YRT
Lihat di InstagramAkses kembali rekaman kajian dan unduh materi pertemuan
PPT "Dari Lisan Nabi ke Genggaman Kita" (Bagian 1)
PowerPoint Presentation
PPT "Dari Lisan Nabi ke Genggaman Kita" (Bagian 2)
PowerPoint Presentation
Kitab من النبي إلى البخاري
Karya: Ahmad Shanoobar
Kitab الإجابة لإيراد ما استدركته عائشة على الصحابة
Karya: Imam Az-Zarkasyi
Kajian atau materi tambahan yang relevan untuk Anda simak
Deskripsi singkat mengenai video ini. Penjelasan tambahan tentang sejarah hadits dari perspektif lain.
Tonton di YouTubeMateri pelengkap untuk memperdalam pemahaman Anda tentang topik Tabi'in dan periwayatan.
Tonton di YouTubeTanya jawab seputar kodifikasi hadits dan tantangan di era modern.
Tonton di YouTube